<

SEJARAH

Abraham Lincoln,  berkata:  “one cannot escape history, orang tak dapat meninggalkan sejarah”,  tetapi saya tambah : “Never leave history“. Inilah sejarah perjuangan,  inilah sejarah historymu.  Peganglah teguh sejarahmu itu, never leave your own history!  Peganglah yang telah kita miliki sekarang,  yang adalah AKUMULASI dari pada hasil SEMUA perjuangan kita di masa lampau. Jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri di atas vacuum, engkau akan berdiri di atas kekosongan dan lantas engkau menjadi bingung, dan akan berupa amuk,  amuk belaka.  Amuk,  seperti kera kejepit di dalam gelap.

( Soekarno pada Pidato HUT Proklamasi, 1966 )

Dulu ketika SMA  gue disarankan untuk masuk jurusan IPS oleh guru sejarah gue, “ kamu masuk IPS saja,  kamu punya potensi yang luar  biasa nanti kalau kuliah kamu ambil jurusan Sejarah.   Gue akhirnya tidak menuruti saran guru gue tersebut,  gue akhirnya masuk IPA. Salah satu penyebab gue tidak masuk IPS adalah karena pengalaman gue yang pernah gue tuliskan  di artikel “ PENDIDIKAN”,   gue kemukakan sebuah fakta sejarah dan guru gue mengiyakan tapi ternyata ketika ujian gue harus menjawab sesuai dengan di buku.   Gue kecewa terhadap ilmu yang begitu mudah diintervensi oleh kekuatan politik atas nama stabilitas dan kepentingan penguasa.    Sebuah ilmu  akan rusak  kalau dia dihambat dan  dimanipulasi oleh kekuatan politik  tertentu apalagi kalau pemeluk agama sudah mulai ikut campur dan memaksakan apa yang dia tafsirkan dari kitab sucinya kedalam suatu ilmu tersebut,   akan sangat berbahaya karena yang dia bawa itu masalah keyakinan,   kalau masalah keyakinan konsekuensinya kadang kadang adalah hidup dan mati.  Gue ingin yang sesuatu yang lebih objektif dan gue temukan itu di IPA.  Sebagian besar teorinya diperoleh berdasarkan eksperimen,   itu yang gue suka nggak perlu banyak bacot kalau bisa dibuktikan melalui eksperimen dia jadi teori.  Sangat riil.

Sekalipun gue akhirnya memilih untuk tidak menjadi sejarawan profesional, gue tetap mempunyai ketertarikan yang tinggi terhadap sejarah.  Kenapa gue tertarik pada sejarah?    Karena gue beranggapan pengetahuan yang harus dikuasai secara mutlak oleh manusia  itu ada  4 : Agama & moral,  Matematika, Bahasa dan Sejarah. Agama & Moral sangat penting untuk menjaga perilaku agar tidak terjadi chaos,   Matematika dan Bahasa merupakan simbol- simbol yang  dipakai manusia  dalam berkomunikasi dan menjelaskan fenomena alam dan sosial.   Sedangkan sejarah  adalah  yang mencatat ketiga hal tersebut.

Di Agama ada sejarah,  di bahasa ada sejarah,  di Matematika ada sejarah,  di fisika ada sejarah, di kimia ada sejarah, di psikologi ada sejarah,  di ekonomi ada sejarah.  Jadi tidak mungkin seseorang mengusai suatu ilmu tanpa dia menguasai sejarahnya.   Semua teori yang kita pelajari sekarang adalah kesimpulan yang dibuat di  masa lalu. Fisika bukan hanya ilmu tentang rumus dan logika matematika dia juga berisi sejarah, bagaimana seorang ilmuwan bisa sampai menemukan suatu teori bagaimana mekanisme alam bekerja itu merupakan sejarah.  Suatu ilmu lebih mudah dipelajari jika kita tahu sejarah bagaimana sebuah teori bisa tercipta,  prinsip prinsip dasarnya harus kita kuasai terlebih dahulu.

Sejarah membuat kita  bisa belajar dari kesalahan di masa lalu baik yang dibuat oleh suatu bangsa maupun pribadi.  Dengan mengerti sejarah kita dapat menghindari kesalahan- kesalahan yang tidak perlu yang dulu dilakukan orang sebelum kita.   Dengan sejarah juga kita bisa menghindari penipuan yang mungkin menimpa kita,   seringkali gue selamat dari upaya penipuan karena pengetahuan gue terhadap modus operandi penipuan. Sejarah juga buat kita dapat belajar  akan kearifan para pendahulu, pada kebaikan- kebaikan mereka, bagaimana cara meraka bekerja, bagaimana cara mereka berpikir.  Itu  bisa menjadi role model buat kita.

Yang juga penting dari sejarah adalah kita dapat melakukan forecasting alias peramalan terhadap kejadian yang akan datang.   Fenomena – fenomena kita pelajari untuk melakukan perkiraan tentang masa depan.  Jadi masa lalu kita jadikan pijakan untuk untuk mempersiapkan langkah apa yang kita perlukan untuk menghadapi masa depan,  kita melakukan proyeksi masa depan dengan menggunakan data masa lalu.   Ingat sejarah sering kali berulang,  ada yang namanya siklus kehidupan.   Seperti ekonomi,  gue lihat itu merupakan suatu sistem yang muter- muter dan membentuk siklus.   Benar kata Bung Karno sejarah merupakan pijakan kita  dan pegangan kita agar kita tidak menjadi buta dan meraba- raba dalam gelap.

Banjir, Listrik byar pet dan langka,  macet,  semen langka,  minyak goreng mahal adalah buah kesalahan kita dan nenek moyang kita yang tidak dapat melakukan proyeksi terhadap masa depan.  Kesalahan yang dibuat di masa lalu,  yang menikmati  penderitaannya kita sekarang.   Coba kalau dari dulu dibangun Banjir Kanal Timur mungkin banjir tidak separah sekarang,  dulu penduduk masih sedikit,  tanah masih murah jadi pasti pembangunan lebih mudah.   Lihat Belanda sang penjajah dia sudah mewariskan Banjir Kanal Barat dia sudah berpikir kedepan bahwa nanti penduduk akan banyak dan banjir akan datang mengancam.

Indonesia  sebagai sebuah bangsa kurang memiliki perencanaan dan keperdulian terhadap sejarah.  Harusnya sudah dapat diproyeksi jumlah penduduk tahun sekian akan sekian,  jumlah penduduk tersebut perlu listrik berapa,  butuh jalan berapa,  butuh rumah berapa,  butuh minyak berapa segera dilakukan langkah langkah persiapan fasilitasnya,  lakukan strategi- strategi.  Berpikir secara system bukan hanya kepentingan politik sesaat.

Cara menangani minyak saja sudah salah dari jaman Pak Harto dan parahnya mereka itu bukannya bodoh dan nggak ngerti,  mereka pintar  tapi  hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok.  Ini yang menyakitkan,  orang  pintar tidak menggunakan kepintarannya untuk kepentingan bangsa  tapi hanya menggunakannya untuk  kepentingan keluarga.  Sampai kapan kita  tidak mau belajar dari sejarah? Kalau kita inginkan kemakmuran  di  masa datang kita harus melakukan persiapan dari sekarang,  ingat semua butuh proses dan tidak datang dari langit.

November 6th, 2007 at 9:59 am