<

“Lo itu ternyata kanan abis ya,  asli gue nggak nyangka sama sekali gue pikir lo itu rasional.”   Demikian sabda seorang gadis kepada gue.   Sesungguhnya bukan hanya dia saja yang kaget dengan kenyataan yang dia temui,   yang lebih kaget  adalah gue.   Terus terang gue sama sekali nggak menyangka gadis cantik yang kelihatan alim tak bertingkah ini bisa punya pemikiran begitu.   Gue hampir- hampir tidak percaya  bahwa kata- kata  “ Tuhan adalah khayalan manusia “ itu keluar dari mulutnya yang mungil.

Temen gue tersebut tidak percaya adanya Tuhan,  Tuhan menurutnya tidak berperan dalam kehidupan manusia,  “ manusia bisa hidup tanpa Tuhan,  agama gue adalah moralitas”  katanya.   “Agama tidak berperan buktinya terjadi ketidak adilan, pemerkosaan, pembunuhan, kemorosotan moral, korupsi,  jadi apa fungsi agama?  Kemana Tuhan lo ?”

Gue melihat ada kemarahan  dan kekecewaan di balik  kata- katanya tersebut.  Itulah kehidupan begitu banyak variasi- variasi yang kadang tidak kita sangka- sangka.   Gue tidak balas mengatai- ngatai si gadis atau mengintimidasi agar dia berubah menjadi yang gue mau.

Gue tau setiap manusia membangun pengetahuannya sendiri- sendiri. Informasi,  ide,  imaginasi, pengalaman dan kepercayaan membentuk pengetahuan.   Pengetahuan tersebut  diperoleh secara bertahap,  perlahan -lahan dan kadang kadang  acak- acakan alias tidak  berturutan dan sistematis .    Akumulasi pengetahuan yang diperoleh secara acak  tersebut oleh otak disusun secara terstruktur menjadi seperti jaringan yang saling berhubungan sehingga menjadi satu  kesatuan pikiran.    Terus terang gue agak sulit menerangkannya dalam rangkaian kata- kata  karena adanya keterbatasan padanan kata  yang sesuai untuk mewakili maksud gue dan kerumitan cara kerja otak itu sendiri yang begitu complex dan berlapis- lapis pemahamannya.   Sebagai contoh  ketika kita sekolah kita menyerap pelajaran,  dalam menyerap pelajaran tersebut  kita melakukan pemaknaan sendiri terhadap ilmu tersebut kemudian kita lakukan kombinasi- kombinasi dengan ilmu- ilmu yang lain sehingga menjadi suatu pemahaman yang utuh.   Pengetahuan tersebut kita gunakan untuk melakukan analisis dan mengambil keputusan dalam hidup.    Karena masing masing manusia membangun pengetahuannya sendiri sendiri itulah makanya terjadi kemajuan dalam hidup manusia,  semua berubah,  teknologi dimodifikasi dan diperkaya.   Jadi manusia tidak hanya menyerap pengetahuan dari orang lain tapi membangunnya menjadi pengetahuannya sendiri seperti Bill Gates yang DO dari   Harvard  University  serta  Steve Jobs yang hanya sempat kuliah 1 semester di  Reed  College  tapi dapat menghasilkan karya yang berguna untuk masyarakat.

Dari pemahaman tersebut diatas  gue berpendapat  pengetahuan sejatinya tidak dapat ditransfer begitu saja  secara mutlak karena adanya mekanisme dalam diri manusia yang selalu  melakukan pemaknaan sendiri terhadap pengetahuan.  Demikian juga dengan keimanan,  setiap manusia selalu  melakukan pemaknaan terhadap keimanan berdasarkan pengetahuan dan keyakinan yang dia punya. Jadi setiap manusia sejatinya membangun sendiri keimanannya.   Hal ini yang menyebabkan seringnya dijumpai keluarga Nabi yang tetap ingkar dan kafir sekalipun di keluarganya diturunkan Nabi.   Ayah Nabi Ibrahim tetap kafir dan menolak ajaran anaknya, anak Nabi Nuh tetap ingkar sampai ditelan banjir .

Jadi menurut gue setiap manusia membangun keimanannya masing masing dan keimanan tersebut haruslah berupa ikhtiarnya sendiri bukan hasil transfer,  karena tidak mungkin keimanan  yang ada di otak ditansfer  begitu saja ke orang lain.

Demikian juga cinta kepada Allah SWT, sebuah cinta tidak dapat ditransfer tapi dia harus tumbuh dari dalam diri kita sendiri.    Ada   proses pemaknaan ketika kita memandang Allah SWT,  darimanakah  pemaknaan tersebut?   Pemaknaan tersebut datang dari  keimanan dan pikiran kita yang  kemudian diwujudkan  dengan   menjalankan perintah dan larangan.   Jadi  praktek sangat penting disini bukan hanya omongan dan pikiran tapi harus ada kerja nyata.

Gue akan  menyampaikan  keyakinan   gue tentang ajaran Islam,  dari situlah gue dapat mengenal  dan mencintai Allah SWT.   Ajaran Islam adalah  sebuah ajaran wahyu,  jadi ajarannya langsung turun dari Allah yang disampaikan lewat Nabi Muhammad.    Wahyu tersebut dalam bentuk Surah yang  diturunkan secara bertahap.   Pada periode Makkah  diturunkan Surah- Surah mengenai konsep- konsep tentang Allah dan Keimanan,  Hari Kiamat, Hari Pembalasan, Akherat,   Surga dan Neraka,   konsep baik dan buruk,  konsep Din ( Agama ),  konsep Ibadah.    Disinilah dasar dasar Islam mulai diperkenalkan.   Periode selanjutnya adalah periode Madinah pada periode ini Surah yang turun adalah Surah mengenai  Ritual Peribadatan,  Rukun Islam, sistem hukum yang mengatur hubungan antara  individu,  keluarga dan masyarakat seperti  hukum-hukum tentang jihad,  pernikahan,  waris dan   hubungan Muslim dengan ummat beragama lain.   Surah yang turun pada periode Makkah dan periode Madinah ini merupakan satu kesatuan yang utuh jadi bukan suatu yang terpisah. Pada periode Makkah dibahas tentang prinsip dasar Islam dan pada periode Madinah dibahas implementasinya. Jadi kalau kita mempelajari Al Quran harus memandangnya sebagai satu kesatuan   Wahyu  Allah tidak bisa sepotong- sepotong karena Surah yang satu menjelaskan Surah yang lain.

Allah menciptakan kitab yang tertulis yaitu Al Quran dan kitab yang tidak tertulis yaitu alam semesta dari situlah manusia melihat tanda tanda kebesaran yang diberikan oleh Allah, untuk dapat melihat tanda tanda kebesaran itu, Allah memerintahkan manusia untuk berpikir.    Makanya menuntut ilmu menjadi wajib karena dengan ilmu manusia dapat melihat kebesaran Allah yang telah Allah tuliskan dalam Al Quran dan alam semesta.

Jadi Islam adalah suatu ajaran yang sangat lengkap karena mengatur semua aspek kehidupan mulai dari hubungan antara manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia lain dan  hubungan manusia dengan dengan alam semesta.  Islam merevolusi pandangan hidup masyarakat Arab yang tadinya beranggapan kemulian adalah berasal dari kekayaan dan keturunan menjadi kemuliaan berdasarkan ketakwaan. Manusia dilihat bukan dari kekayaan,  warna kulit, keturunan, kebangsaan tapi dari ketakwaannya kepada Allah.   Setiap perintah dan larangan Allah adalah untuk kebaikan manusia.  Di situlah kita dapat menemukan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pada Haji Wada yang dihadiri oleh ribuan manusia,  Rasulullah Muhammad SAW  menyampaikan pidatonya yang dikenal dengan Khuthbatul Wada ( khutbah perpisahan ).  Pada  khutbah itu Rasulullah menegaskan beberapa prinsip  yang bunyinya sebagai berikut:

“Hai ummat manusia!  Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah satu. Ingatlah!  Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang lain Arab,  tidak pula ada kelebihan bagi orang lain Arab atas orang Arab,   tidak juga ada kelebihan orang yang berkulit merah atas orang kulit hitam,  dan tidak pula orang kulit hitam atas orang kulit merah,  melainkan lantaran takwa,  sebab sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah yang paling bertakwa kepada Allah.” ( Hadits Riwayat Baihaqi )

Allah SWT   berjanji  apabila kita bertakwa maka akan diberikan petunjuk dan kebahagiaan.  Takwa ini ialah percaya  dan menyatakan kepercayaan tersebut dalam bentuk lisan dan disertai  tindakan  yaitu kepatuhan dan ketundukan atau sifat pasrah terhadap perintah dan larangannya.   Jadi percaya dan ngomong percaya  saja tidak cukup tapi harus ada sifat  kepatuhan dan tunduk terhadap perintah dan larangan itulah yang disebut  keimanan.   Agama Islam sebagai pandangan hidup harus dijalankan dan diamalkan,   ketika hal itu dijalankan maka kita akan menemukan Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang,  dari situlah kita melihat betapa cintanya Allah kepada kita.    Dia memberikan kita kebahagian melalui ajaran, perintah dan larangan bahkan hukumannya adalah manifestasi cinta Dia kepada kita.  Cinta yang paling akbar adalah cinta Allah  SWT kepada hambanya,  alangkah indahnya jika Cinta Yang Paling Akbar tersebut kita balas dengan cinta kita juga,  cinta seorang hamba kepada  Sang Pencipta.   Tulisan ini  bukan transfer keimanan karena setiap manusia membangun keimanannya dengan cara masing –masing,  gue percaya itu.    Tulisan ini hanya sekedar mengingatkan sebagai sesama manusia akan cinta Allah SWT yang begitu besar kepada hambanya.

December 8th, 2007 at 1:00 pm