“ Rumah Pak RW di mana?” Tanya gue. ” Oh rumah Pak RW di Jl Serang, deket Situ Lembang” kata bokap gue . Berangkat lah gue menuju ke Jl Lembang untuk ngurus KTP, gue celingak celinguk ternyata nggak ada yang namanya Jl Serang yang ada Jl Purwakarta, Jl Lembang sama Jl Syamsurizal. Setelah gue tanya sama penduduk sekitar yang dimaksud Jl Serang oleh bokap gue itu adalah Jl Syamsurizal. Jl Serang telah berganti nama jadi Jl Syamsurizal. Itulah sekelumit pengalaman gue di masa lalu tentang nama- nama jalan yang berubah di Menteng. Orang jaman dulu taunya nama jalan ya sesuai dengan jaman dia dahulu ternyata sekarang nama jalan telah berubah, termasuk bokap gue dia taunya rumah Pak RW yang pensiunan CPM itu ya di Jl Serang ( keterangan tambahan sekarang Pak RW udah ganti orang karena Pak RW yang lama pindah rumah, sekarang RW gue di Jl Purwakarta, namanya mas Bambang ). Syamsurizal adalah nama mantan Walikota Jakarta periode 1951-1953.
Dari hasil ngobrol ngobrol ringan ala Aramichi dengan para sesepuh Menteng, gue menemukan memang banyak nama- nama jalan yang berubah di Menteng. Dari dulu sampai sekarang jalan- jalan di Menteng banyak menggunakan nama nama kota atau nama daerah. Pada perjalanannya nama jalan yang berupa nama kota atau nama daerah itu banyak diganti dengan nama - nama Pahlawan. Jl Prof Moh Yamin dulu namanya Jl Madura. Jl Sutan Syahrir dulu namanya Jl Gersik, jejaknya dapat kita lihat dari nama kanal yang membelah Jl Prof Moh Yamin dengan Jl Sutan Syahrir, nama kanal tersebut Kali Gersik. Yang gue cukup heran kenapa Jl Gersik dinamai Jl Sutan Syahrir padahal Sutan Syahrir itu sendiri rumahnya di Jl Jawa alias Jl HOS Cokroaminoto, kenapa Jl Jawa diganti jadi Jl HOS Cokroaminoto kenapa nggak diganti jadi Jl Sutan Syahrir? Mengenai Jl Jawa sampai sekarang orang orang tua masih banyak yang menyebut Jl HOS Cokroaminoto dengan nama Jl Jawa. Jejak nama Jl Jawa dapat kita lihat dari Apotek Jawa yang terletak di Jl HOS Cokroaminoto.
Terus ada lagi Jl Ki Mangun Sarkoro itu dulu namanya Jl Yogya. Jl Suwiryo dulu namanya nya Jl Palm, Cafe Palm Terrace di Jl Suwiryo No 22, mungkin diilhami oleh Jl Palm. Suwiryo adalah nama Walikota Jakarta yang pertama, periode 1945-1951, beliau sendiri memang tinggal di Jl Palm setelah pensiun dari jabatan walikota. Jl Kusumaatmaja dulu namanya Jl Tosari. Jl RP Soeroso dulu namanya Jl Gondangdia. Yang gue baru tau ternyata Jl Teuku Cik Ditiro dulu namanya Jl Mampang, dulu gue heran ada Binatu ( Laundry ) di Jl Teuku Cik Ditiro kok namanya Binatu Mampang padahal yang gue tau Mampang itukan di dekat Kuningan dan Buncit ternyata oh ternyata Jl Teuku Cik Ditiro dulu namanya Jl Mampang.
Nggak kebayang deh repotnya kalau nama jalan rumah gue diganti, berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan. Dulu ada kalau di surat surat pakai d/h alias dahulu, misalkan Jl Syamsurizal d/h Jl Serang. Ngomong ngomong Pemprov ada rencana mengganti nama jalan yang ada di Menteng dengan nama Jl Sutiyoso nggak ya nantinya he he he he soalnya sudah ada 2 nama mantan Walikota yang jadi nama jalan di Menteng yaitu Suwiryo dan Syamsurizal. Kebayang nggak sih kalau Jl Lembang nanti berganti menjadi Jl Letjen Sutiyoso dan Situ Lembang menjadi Situ Sutiyoso
:)
Berita Terbaru 23 Mei 2008 :
KOMPAS, 23 Mei 2008 hal 25 : Jalan Ali Sadikin Dikaji
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkaji lokasi yang memiliki bobot terbaik untuk diberi nama Jalan Ali Sadikin.