SDSB, Siska Datang Sudomo Bahagia, sebuah anekdot ala Orde Baru yang merupakan plesetan dari SDSB, Sumbangan Dana Sosial Berhadiah yang merupakan kelanjutan dari Porkas.
Sudomo seorang duda meminang seorang perempuan muda ( ketika itu ) bernama Siska yang konon adalah pemain film yang cantik jelita. Orang melihat Sudomo sebagai seseorang yang berbahagia karena mempunyai istri yang cantik jelita dan masih muda, terkenal lagi maka lahirlah plesetan itu Siska Datang Sudomo Bahagia. Apakah benar Sudomo bahagia? Yang tau ya cuma Sudomo sendiri he he he, bukan urusan gue untuk menilai apakah Sudomo itu bahagia atau nggak…
Dari dulu sampai sekarang gue berkeyakinan bahagia itu adanya di otak, dia itu adalah permainan pikiran belaka, bahagia adalah pilihan bukan tujuan. Jadi menurut gue bahagia itu bukanlah sesuatu peristiwa yang luar biasa karena memang sudah seperti itu dan jangan lupa bahagia tidak pernah datang sendirian ke dunia ini, entah kenapa selalu ada yang menemani yaitu kesedihan / kesusahan. Kadang gue pikir kesusahan itu memang perlu ada agar kita bisa merasakan bahagia. Sering kita tidak bisa menghargai yang kita punya kalau kehidupan begitu datar, seolah memang sudah seharusnya begitu.
Mempunyai kekasih yang biasa biasa saja kita ngomel, nyesel gue dapet dia pikir kita. Trus tiba tiba datang cewek yang lebih cantik, pintar, enak diajak ngobrol, menantang, menggereget, tiba tiba cewek kita jadi kelihatan serba jelek bak kata pepatah rumput tetangga selalu lebih hijau. Keindahan ternyata kadang hanyalah sebuah fatamorgana kehidupan, apa yang kita lihat sebagai rumput yang lebih hijau tenyata hanyalah sebuah fatamorgana persis seperti semangka yang luarnya hijau ternyata isinya merah. Apa yang terlihat dan kita bayangkan tidak sama dengan kenyataan. Terbayang kekasih kita yang setia, biarpun biasa saja tapi dia mampu menyenangkan dan menyejukkan, tidak terlalu pintar tapi mau menghargai orang.
Kebahagiaan ternyata tidak punya parameter. Kebahagian itu ternyata beda beda seperti warna pelangi yang muncul sehabis hujan, mejikuhibiniu. Kita baru bisa bersyukur dengan apa yang kita punya setelah terjadi suatu peristiwa yang menyadarkan bahwa betapa berharganya yang kita punya, bahwa bahagia menurut orang lain belum tentu bahagia untuk diri kita sendiri. Kadang gue berpikir apakah kakek gue bahagia dengan hidupnya yang begitu begitu saja sampai beliau meninggal, kadang orang menyayangkan langkah langkah yang gue ambil, “sayang banget seharusnya lo bisa dapet yang lebih baik” , “kalau gue punya otak seperti lo gue bisa lebih sukses dan bahagia” dll. Kebahagian orang beda beda bro…….setiap orang punya jalan masing masing… Tidak bisa kita hanya memaksakan hanya ada satu jalan atau beberapa jalan saja menuju kebahagian.
Bahagia adalah pilihan dan kadang dia tidak datang sendirian…. Yang menjadi masalah adalah kadang kita tidak siap untuk menerima kebahagiaan dan temannya yaitu kesusahan yang datang bersamaan atau beriringan , padahal kesusahan dan kebahagian adalah tamu kita yang harus kita terima dan layani setiap dia datang. Sungguh bahagia orang yang Islam, apabila diberi kesenangan dia bersyukur dan apabila diberi kesusahan dia bersabar..
Pak Aramichi…saya juga masih ingat jaman itu.
October 7, 2008 @ 9:31 amSiska memang cantik bin seksi….tapi seingat saya bukan bintang top. Hanya model yang sesekali tampil di pesta-pesta orang top. Kira-kira sama lah dengan Dice Budiarti (yang akhirnya tewas) yang menjadi cem-ceman banyak bos.
ya pak, socialite jaman dulu ya he he he. Ternyata apa yang terjadi sekarang hanyalah napak tilas dari generasi yang terdahulu ya…..
October 20, 2008 @ 11:35 pm