<

Di sini gue akan mencoba memaparkan beberapa model kepemimpinan yang pernah ada di Indonesia. Mulai dari Soekarno, Soeharto, M Yusuf , Hoegeng  sampai Ali Sadikin.

1. Soekarno

Soekarno adalah seorang yang membangun persatuan bangsa, seseorang dengan gagasan gagasan besar tentang kehidupan berbangsa. Pancasila merupakan konsep yang beliau gali dari budaya bangsa. Keinginannya untuk menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bangga dengan diri sendiri beliau wujudkan dengan membangun proyek2 monumental seperti Monas, Istora Senayan, Hotel Indonesia, Wisma Nusantara, Masjid Istiqlal. Dibidang ekonomi gagasannya menjadikan Sarinah sebagai barometer harga sekaligus sebagai penyalur kebutuhan pokok. Kelemahan adalah bukan seseorang yang bisa detail dalam menghadapi suatu masalah, Soekarno adalah seseorang yang yang memandang suatu persoalan hanya dari garis besarnya saja itu sebabnya dia membutuhkan Hatta dan Djuanda.

2. Soeharto,

Soeharto adalah kebalikan dari Soekarno. Soeharto ingin semua berada dibawah kendalinya, seseorang yang sangat detail dan terperinci. Komando dan pengendaliannya begitu kuat mulai dari militer, politik, ekonomi, sosial budaya. Kelebihannya stabilitas bisa terjamin sehingga modal asing banyak yang masuk, lebih mudah dalam melakukan perencanaan karena semua telah terencana dan terstruktur. kelemahannya kontrol terhadap pemerintahannya kurang setiap yang mengkritiknya dianggap mengancam Pancasila dan UUD 45.

3. Ali Sadikin

Ali Sadikin adalah orang yang keras dalam pendirian, visioner sekaligus jujur. Keputusannya melegalkan judi mendapatkan tentangan dari MUI tapi dia maju terus dengan keyakinannya bahkan beliau bersedia masuk neraka. Hasilnya proyek jalan MHT, membangun TIM, perbaikan jalan, membangun Kebun Binatang Ragunan. Beliau juga mendirikan LBH dan majalah Tempo yang ternyata justru sering mengkritik kebijakannya. Kejujurannya terlihat ketika membiarkan pemilu jurdil di DKI yang menghasilkan PPP sebagai pemenang pemilu  sangat berlawanan dengan kebijakan orde baru yang mendukung Golkar.

4. M Yusuf

M Yusuf adalah panglimanya para prajurit, jenderal yang penuh perhatian kepada anak buah.  Beliau sering turun ke bawah untuk melihat dan mengetahui kondisi anak buah, bagaimana dengan asrama prajurit, bagaimana dengan amunisi.  Dalam kunjungannya ke daerah  semua masalah yang ada dicatat dan dicarikan solusi secara cepat  dan tepat.  Programnya yang terkenal adalah memberikan jatah susu dan bubur kacang hijau untuk prajurit.  Prajurit merasa diperhatikan oleh pimpinan pada era M Yusuf.

5. Hoegeng Iman Santoso

Apakah orang jujur cuma ada di komik?  Kalau pertanyaan itu diajukan kepada saya mungkin jawabannya tidak karena ada Hoegeng yang menjadi potret seorang polisi yang jujur.  Beliau pernah menolak  mobil dinas yang diajukan setneg untuknya dia merasa cukup hanya dengan mobil dinas sederhana dari kepolisian, demikian juga ketika setneg ingin memberikan rumah dinas di jalan protokol dia merasa cukup puas dengan rumah sederhana miliknya di Jl Moh Yamin, menteng.  Juga larangannya kepada istrinya untuk berbisnis  toko bunga karena takut  orang yang berkepentingan dengan dia  membeli bunga di toko istrinya.   kegigihannya dalam memberantas penyelundupan  membentur tembok karena ternyata orang yang mau dia tangkap ternyata dia ketemukan sedang ngobrol dengan Pak Harto, tak berapa lama Hoegeng diganti.

April 22nd, 2009 at 9:37 pm